Pengukuran nilai wajar (fair value) aset memiliki peran penting dalam menyajikan laporan keuangan yang relevan, andal, dan mencerminkan kondisi ekonomi aktual perusahaan. Seiring dengan penerapan PSAK berbasis IFRS, semakin banyak aset yang diukur atau diungkapkan menggunakan pendekatan nilai wajar, seperti properti investasi, instrumen keuangan, dan aset biologis. Ketidaktepatan dalam penentuan nilai wajar dapat menimbulkan salah saji laporan keuangan, perbedaan interpretasi dengan auditor, serta risiko kepatuhan terhadap standar akuntansi.
Pelatihan Pengukuran Nilai Wajar Aset dalam Laporan Keuangan dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai konsep, metode, dan penerapan pengukuran nilai wajar sesuai PSAK terkini. Selama dua hari pelatihan berbasis studi kasus dan simulasi, peserta akan mempelajari kerangka pengukuran nilai wajar, teknik penilaian aset, serta isu-isu praktis dalam implementasinya. Materi juga mencakup pembaruan standar, peran penilai independen, dan tren terkini seperti peningkatan transparansi pengungkapan dan penggunaan teknologi dalam valuasi.